bee
Liputan6.com - Hasil pemeriksaan premium yang dilakukan operator taksi Gamya di laboratorium Thailand menunjukkan hasil mencengangkan. "Laboratorium di Indonesia mengatakan bahwa premiumnya normal, tapi di Thailand, laboratorium mereka menyatakan sulfurnya terlalu tinggi," kata Mintarsih Latif, Presiden Direktur Taksi Gamya, di Jakarta, Senin (26/7).

Sebelumnya, Sekretaris Korporat PT Pertamina, Toharso, menyatakan hasil pemeriksaan premium belum menunjukkan adanya cacat kualitas pada produk mereka. Pertamina menegaskan, premium telah memenuhi standar dan mutu bahan bakar minyak jenis bensin yang dipasarkan di dalam negeri. Pertamina telah memenuhi batas minimum ron atau angka oktana riset [baca: Giliran Armada Taksi Gamya Mogok].

Kerusakan di fuel pump alias pompa bahan bakar kini menjadi perbincangan. Pasalnya, lebih dari 1.000 unit taksi serta mobil pribadi di Ibu Kota tiba-tiba mengalami rusak fuel pump. Kualitas suku cadang dan bahan bakar dituding menjadi penyebabnya. Kejadian ini membuat sebagian konsumen beralih ke pertamax. Mereka khawatir mengalami kerusakan yang sama.
bee
VIVAnews - Astronomer Inggris menemukan bintang dengan massa terbesar. Bintang yang diberi nama R136a1 tersebut memiliki massa 320 kali lebih besar daripada massa matahari.

Para ilmuwan di Universitas Sheffield menemukan bintang raksasa R136a1 tersebut, menggunakan Very Large Telescope milik European Southern Observatory di Chile dan data dari teleskop Hubble. R136a1 ditemukan di Nebula Tarantula di Large Magellanic Cloud, galaksi "satelit" yang mengorbit Bima Sakti.

Sebelumnya, bintang-bintang terberat yang pernah dikenal memiliki massa sekitar 150 kali massa matahari dan diyakini mendekati batas ukuran kosmik. Salah satu bintang terbesar sebelum R136a1 adalah Pistol Star dengan massa antara 80 hingga 150 massa solar dan Eta Carinae, sekitar 100 massa solar.

Menurut Astronomy Now seperti dikutip dari laman Telegraph, R136a1 memancarkan lebih banyak energi dibanding semua bintang di Nebula Orion. Bila bintang raksasa tersebut berada di sistem solar kita, dia akan lebih terang dibanding matahari.

Ada empat bintang di gugus bintang RCM 136a, di mana R136a1 berada, yang memiliki massa 150 kali massa matahari. Empat bintang itu mampu menyuplai setengah dari energi di seluruh gugus RCM 136a yang totalnya terdapat 100 ribu bintang.

Bintang-bintang besar seperti R136a1 diyakini terbentuk dari beberapa bintang muda yang bergabung, dan hanya ditemukan di inti gugus bintang. Hasil penelitian tim ilmuwan Inggris ini bisa ditemukan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. (hs)
bee
TEMPOInteraktif.com - Satu pasangan yang menggunakan kapal pesiar untuk berlayar tercengang saat ikan paus seberat 40 ton mendarat di perahu mereka di lepas pantai Cape Town.

Pasangan ini sedang menikmati laut tenang di lepas pantai Afrika Selatan ketika binatang tersebut meloncat ke udara dan menabrak tiang mereka.

Ralph Mothes, 59, dan Paloma Werner, 50, tidak berdaya saat binatang itu meronta-ronta di kapal berukuran 33 kaki (10 meter) mereka sebelum tergelincir kembali ke dalam air.

Miss Werner berkata: "Ini benar-benar sangat luar biasa tapi sangat menakutkan. Paus itu seukuran perahu."

"Kami melihatnya dari sekitar jarak 100 meter dan berpikir bahwa hanya sampai di situ. Lalu tiba-tiba paus itu tepat di samping kami."

"Saya mengira dia kan berenang di bawah perahu, tapi ternyata melompat keluar dari laut. Kami sangat beruntung melewati hal itu, karena besarnya luar biasa."

"Ada potongan-potongan kulit dan lapisan lemak tertinggal, dan tiang itu rusak. Ia juga membawa turun galangan."

"Syukurlah lambung terbuat dari baja dan bukan fiberglass, kalau tidak kami bisa hancur."

Beberapa saat sebelum melompat binatang itu memukul-mukulkan ekornya di permukaan air sebagai ritual untuk berkomunikasi dengan paus lainnya.

Pasangan yang terguncang itu, seorang pelaut berpengalaman dengan Akademi Pelayaran Cape Town, menggunakan mesin mereka untuk kembali ke pantai.

Paus adalah pemandangan umum di Samudera Atlantik lepas pantai Tanjung Barat saat ini di mana mereka mendekati pantai untuk berkembang biak.

Ribuan wisatawan berduyun-duyun ke resor tepi laut di wilayah ini setiap tahun untuk melihat mamalia itu selama musim dingin di Afrika Selatan dari bulan Juni sampai bulan November.

Hermanus, tujuan populer sekitar 80 kilometer sebelah timur Cape Town, memiliki pengawas paus yang mengumumkan di mana ikan paus telah terlihat.
bee
Seorang wanita di Australia terpaksa harus menghubungi pemelihara lebah, karena mendapati pakaian yang dijemurnya dikerubungi sekira 20 ribu lebah.

Pemelihara lebah Brian Gardiner yang dihubungi untuk menangani lebah itu mengatakan, wanita itu sangat ketakutan ketika lebah itu mengerubungi kaus kakinya.

"Ketika wanita itu menghubungi saya dan menjelaskan di mana lebah itu berada, dengan cepat saya langsung mengambil kamera saya," ujarnya.

Gardiner mengungkapkan, lebah memang biasa mengerubungi sesuatu pada saat musim semi, karena pada saat itu sarang lebah penuh. Hingga memaksa sang ratu lebah untuk keluar bersama para lebah pekerjanya.

Kemudian para lebah itu secara berkelompok mencari lokasi baru yang cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Demikian seperti dikutip orange.co.uk.

Mungkin pada saat itu kaus kaki adalah lokasi yang tepat bagi mereka untuk membuat koloni baru.
bee
KOMPAS.com — Pernah lihat keledai terjun payung? Itulah yang membuat terkejut warga yang berlibur di pantai Rusia ketika mereka melihat keledai melayang-layang di langit biru di atas pantai Laut Azov, di Rusia selatan, pekan lalu.

"Hewan yang terikat pada parasut itu melenguh ketakutan saat dia terbang berkeliling di atas kepala orang yang berlibur dan sedang menikmati sinar Matahari di pantai Cossack, Golubitskaya, Krasnodar," kata polisi.
Wanita juru bicara polisi regional mengatakan, keledai tersebut melayang-layang di udara sebagai hasil dari aksi komersial tanpa jadwal oleh beberapa perusahaan Rusia untuk menarik orang berlibur ke pantai pribadi mereka.
Tetapi, bukan cuma menarik minat orang yang berlibur, melainkan mereka juga menarik perhatian polisi regional yang mengetahui tentang keledai terbang itu awal pekan ini dan melakukan pemeriksaan.

"Keledai tersebut berteriak-teriak dan anak-anak menangis. Tak ada seorang pun yang punya pikiran untuk menghubungi polisi," kata Larisa Tuchkova, wanita juru bicara polisi regional.
Bukan cuma itu, tambahnya, orang-orang segera mengambil ponsel mereka dan menghubungi surat kabar setempat mengabarkan peristiwa sadis itu.
"Keledai tersebut melayang-layang sangat tinggi di udara sehingga anak-anak di pantai menangis dan bertanya kepada orangtua mereka. Kenapa mereka mengikat anjing kecil ke parasut," demikian laporan surat kabar tersebut.

"Keledai itu mendarat dengan cara yang mengerikan. Hewan malang tersebut lalu terseret beberapa meter di sepanjang permukaan air, sebelum ditarik ke pantai dalam kondisi setengah mati," kata redaktur surat kabar Taman, Elena Iovleva.
Menurut Elena Iovleva, peristiwa tersebut sangat mengejutkan, bahkan bagi negara yang antikekerasan terhadap binatang ini membuat terkejut warga setempat. "Ini tak pernah terjadi sebelumnya," kata Iovleva.
Tayangan keledai yang terikat parasut disiarkan oleh stasiun televisi nasional Rusia, Selasa (20/7/2010).