VIVAnews - Benda terbang aneh atau UFO (unidentified flying object) diduga penyebab gangguan lalu lintas udara di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China Rabu, 7 Juli 2010.
Informasi tersebut diperoleh berdasarkan informasi dari pejabat setempat, Kamis 8 Juli 2010, seperti dimuat laman Xinhua.
Bandar Udara Xiaoshan langsung ditutup setelah UFO terdeteksi sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Menurut juru bicara bandara, sejumlah penerbangan dialihkan ke bandar udara di kota lainnya, Ningbo dan Wuxi.
Saat ini, bandar udara Xiaoshan telah beroperasi kembali. Investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan penerbangan itu.
Penampakan benda misterius diduga UFO kerap dilaporkan terjadi di China.
Beberapa minggu lalu, sebuah penampakan UFO direkam dari kompleks apartemen di Kota Hefei di China.
Lebih dari 20 saksi mata melaporkan penampakan tak biasa itu ke pos-pos polisi setempat.
Benda mirip piring terbang itu terbang zig zag diudara dan mengeluarkan suara bising. Belum ada keterangan resmi dari pemerintah, benarkan benda itu UFO, pesawat biasa, atau perbuatan iseng seseorang.
VIVAnews - Penyerangan anak-anak kembali terjadi di China, Rabu 12 Mei 2010, bahkan sampai merenggut korban jiwa. Tujuh anak dibantai dalam serangan di sebuah taman kanak-kanak (TK) di Provinsi Shaanxi. Seorang guru juga luka dalam penyerangan itu dan sebanyak 20 anak menderita luka-luka.
Pembantaian ini terjadi meski pengamanan sekolah di seluruh China telah ditingkatkan. Petugas kepolisian dan petugas sekolah telah ditempatkan di gerbang sekolah.
Kantor berita Xinhua, seperti dikutip oleh Associated Press, mengungkapkan bahwa serangan terjadi pada pukul 8 pagi di sebuah TK di Nanzheng, kota Hanzhong. Tidak dijelaskan berapa umur korban atau identitas pelaku serangan.
Liu Xiaoming, deputi direktur departemen propaganda Hanzhong, membenarkan bahwa tujuh anak tersebut tewas dan 20 anak lagi mengalami luka. "Pelaku kemudian bunuh diri," kata Liu kepada Associated Press. Liu mengaku tidak memiliki informasi lain.
Serangan ini terjadi setelah peristiwa serupa berlangsung di sejumlah sekolah dan TK akhir bulan lalu, yang menyebabkan puluhan anak terluka dan memunculkan keraguan mengenai keamanan anak-anak di sekolah. Ketimpangan sosial diduga kuat sebagai pemicu kekerasan.