Tampilkan postingan dengan label mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mesir. Tampilkan semua postingan
bee
EraMuslim.com - Mesir tenggelam dalam demonstrasi anti-pemerintah yang paling serius sejak Presiden Hosni Mubarak berkuasa pada 1981. Hal ini sekaligus menjadi uji coba pasukan keamanan yang kuat dalam pemimpin biri-biri politik bagi dunia Arab.
Berikut adalah perkembangan utama di Mesir tahun ini:
17 Januari
• Seorang pria berusia 50 tahun membiarkan dirinya sendiri terbakar di luar gedung parlemen. Ini jelas meniru aksi bunuh diri di Tunisia pertengahan Desember. Kejadian ini juga memicu pergolakan yang menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali.
bee
Era Muslim.com - "Presiden Amerika berkata kepadaku dan meyakinku bahwa ia adalah seorang Muslim."

Itulah klaim Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Aboul Gheit, seperti yang dilaporkan dalam edisi Mei 2010 Israel Today.

Menurut wartawan Avi Lipkin , Gheit muncul di Nile TV dalam program "Round Table Show" pada bulan Januari lalu, di mana dia mengatakan bahwa "ia pernah bertemu empat mata dengan dengan Obama dan Obama bersumpah kepadanya bahwa dia adalah seorang Muslim, putra dari seorang ayah muslim dan anak tiri dari ayah yang juga Muslim serta memiliki saudara tiri di Kenya yang juga Muslim, dan ia menyatakan setia kepada agenda Islam.

Obama diduga mengatakan ini dalam konteks untuk meyakinkan Gheit bahwa ia akan segera mengurus persoalan dengan Israel.

Dia meminta dunia Islam menunjukkan kesabarannya. Obama berjanji bahwa apabila ia berhasil mengatasi beberapa masalah dalam negeri Amerika Serikat (RUU Kesehatan), ia akan menunjukkan kepada dunia Islam apa yang akan dilakukannya terhadap Israel.

Apakah ini benar? Namun situs American Thinker berkeyakinan bahwa Obama adalah seorang Muslim. Hal ini bisa dilihat dari pidatonya di Mesir dan kebijakannya yang cenderung membela Islam bahkan waktu pemilu dulu Obama tidak mau melepas nama tengahnya, "Hussein", seperti dilaporkan oleh situs tersebut.

Tapi meskipun Obama seorang Muslim, tetap saja dirinya dibawah 'ketiak' Yahudi. Mana ada seorang muslim yang bela-belain akan mengirim puluhan ribu pasukan lagi untuk membasmi Taliban di Afghanistan. Toh, faktanya yang banyak mati malah warga muslim sipil Afghan akibat ulah barbar pasukan AS di sana.